Pages

Konsumsi Gula Berlebihan Nggak Baik? Benaran Bisa Memicu Gangguan Kesehatan Mental?

Thursday, 19 March 2020



Suasana hati buruk cocoknya makan yang manis-manis nih...

Sebagai manusia yang normal kita pasti akan mengalami perubahan suasana hati. Terkadang senang namun terkadang dapat pula sedih. Kadang kala dalam suasana hati yang baik, kadang kala pula buruk. Apa yang biasa sobat flounutri lakukan saat dalam suasana hati yang buruk? Mendengar musik? Menonton film drama? Membaca novel sedih? Atau malah mengonsumsi makanan dan minuman manis?

Pada faktanya mengonsumsi makanan dan minuman manis menjadi pilihan banyak orang untuk mengatasi suasana hati yang buruk. Memang seusai menyantap makanan dan minuman manis, suasana hati terasa kembali membaik. Namun, konsumsi makanan dan minuman yang berlebihan justru akan menimbulkan efek yang sebaliknya lho!

Dalam studi yang dipublikasikan dalam Scientific Report tahun 2017, ditemukan bahwa kadar gula yang berlebihan akan memicu ketidakseimbangan pada senyawa otak tertentu. Akibatnya, bisa meningkatkan peluang timbulnya gangguan mental seperti depresi dan sindrom kecemasan.

Penelitian ini melacak pola makan dan kondisi kesehatan dari delapan ribu orang selama 22 tahun. Salah satu temuannya menunjukkan, laki-laki yang mengonsumsi gula sebanyak 67 gram, 23 persen lebih mungkin didiagnosa mengalami depresi dalam kurun waktu lima tahun setelahnya.
Kenapa bisa begitu? Yuk simak beberapa fakta berikut!
1. Memicu Gejala Depresi

Ketika mengonsumsi makanan dan minuman manis yang mengandung gula, hal itu juga disertai dengan naiknya kadar gula dalam darah. Nah, naiknya kadar gula darah seseorang rupanya bisa memengaruhi mood atau suasana hati. 
Penelitian mengatakan kalau makanan manis bisa menekan aktivitas hormon BDNF (Brain Derived Neurothropic Factor) yang rendah. Pasalnya, hormon BDNF yang rendah ini kerap ditemukan pada orang yang depresi dan orang yang mengidap skizofrenia. 
Gula juga merupakan sumber masalah tubuh yang bisa menyebabkan peradangan kronis. Tak jarang, akhirnya bisa berdampak pada sistem kekebalan tubuh, otak, dan sistem lain dalam tubuh. Terlebih lagi, ditemukan kalau negara-negara yang konsumsi gulanya tinggi juga memiliki tingkat depresi yang sepadan tingginya.
2. Mengakibatkan Ketergantungan Gula
Meski masih jadi perdebatan, makin banyak bukti penelitian yang menyatakan kalau orang yang suka makan dan minum manis-manis bisa makin kecanduan gula. Penelitian dari Yale University pada tahun 2007 melakukan penelitian dengan sebuah tikus.
Tikus yang diberi produk lemak dan gula dalam beberapa waktu tertentu, menunjukkan adanya gejala kecanduan klasik seperti otak manusia yang kecanduan kokain. Tikus tersebut pun merasakan cemas dan sakau ketika tidak diberi asupan gula yang cukup.  
3. Memicu Kecemasan Berlebihan
The Standart American Diet  mengatakan, kalau makanan manis dan penuh dengan kandungan gula dapat membuat seseorang menderita serangan panik.  Selain itu, gula didapuk bisa membuat penglihatan seseorang menjadi kabur, sulit berpikir dan gampang capek. Jika dampak tersebut dihubungkan dengan serangan panik, hal itu bisa ditafsirkan sebagai tanda-tanda serangan panik yang bisa berdampak pula pada rasa khawatir dan ketakutan berlebih.
Hal ini juga diperkuat oleh penelitian tahun 2008 yang menguji coba tikus. Tikus ini diuji untuk menemukan adanya hubungan antara gula dan tingkat kecemasan. Tikus yang diberi sukrosa memiliki kecemasan lebih yang tinggi dibanding dengan tikus yang hanya diberi madu. Sementara tikus lain yang membatasi asupan gula juga berubah karena bisa mengurangi dan memimalisir stres.
Jadi berapa yang tidak dikatakan berlebihan?
Setidaknya yaitu 5% dari total kalori tubuh per hari. Misalnya kebutuhan kalori rata-rata orang dewasa adalah 2000 kalori, maka 5% = 100 kalori = sekitar 6 sdt (guidline WHO).



Jadi, yuk lebih sadar dan peduli dengan 'label gizi'
pada makanan dan gula tambahan makanan kita
~because you're already sweet without extra sugar~


Terakhir, ada yang spesial nih. Secuplik ulasan singkat terkait bahasan kita di atas. Let's enjoy the video, sobat flounutri:) https://youtu.be/HwLngERr7yk



No comments:

Post a Comment

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS